RSS Feed
Feb 22

TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR

Posted on Monday, February 22, 2010 in Uncategorized

Di susun oleh : Sadath OdeArwa

1KA24 (16109622)

BAB 1

TINJAUAN ILMU BUDAYA DASAR

  1. A. PENDAHULUAN

Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, kebudayaan, dan berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Disinilah diharapkan kegunaan mata kuliah ini, agar lulusan perguruan tinggi dari semua jurusan dapat mempunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan. Dengan memiliki suatu bekal yang sama ini diharapkan agar para akademisi dapat lebih lancar berkomunikasi.

Kuliah ini hanya memberikan dasar-dasar yang cukup kuat kepada mahasiswa untuk mencari hubungan antara segala segi kebudayaan dalam hubungan usaha yang terus menerus mencari kebenaran, keindahan, kebebasan, dalam berbagai bentuk, serta hubungannya dengan alam semesta, Tuhannya, masyarakatnya dan juga penemuan dirinya sendiri, pendeknya dalam mencari hidup yang dirasanya lebih bermakna.

Latar belakang diberikannya mata kuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD), selain melihat konteks budaya Indonesia, juga sesuai dengan program pendidikan perguruan tinggi, dalam rangka menyempurnakan pembentukan sarjana.

Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:

  1. Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yang tecermin dalam berbagai aspek.
  2. Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan etrus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini ialah timbulnya konflik dalam kehidupan.
  3. Kemajuan ilmu penegtahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya.
  1. B. PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR

Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Dengan mempelajari the humanities diharapkan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.

Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu:

  1. Ilmu-ilmu Alamiah (Natural Science)

Bertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah : astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, dan mekanika.

  1. Ilmu-ilmu Sosial (Social Science)

Bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial : ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dsb.

  1. Pengetahuan Budaya (The Humanities)

Pengetahuan budaya bertujuan untuk memehami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi.

Ilmu Budaya Dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

  1. C. TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya.

  1. D. RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR

Terdapat dua masalah pokok yang bisa di pakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, yaitu:

  1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik dari segi masing-masing keahlian didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan.
  1. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, akan tetapi ketidakseragaman mereka ungkapkan secara tidak seragam, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam berbagai bentuk dan corak ungkapan, pikiran dan perasaan, tingkah laku dan hasil kelakuan mereka.

Melihat kedua masalah pokok diatas, terlihat dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak sebagai subyek melainkan sebagai obyek pengkajian.

Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah:

  1. Manusia dan cinta kasih
  2. Manusia dan keindahan
  3. Manusia dan penderitaan
  4. Manusia dan keadilan
  5. Manusia dan pandangan hidup
  6. Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
  7. Manusia dan kegelisahan
  8. Manusia dan harapan

Kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya. Suatu karya mungkin saja mengungkapkan lebih dari satu masalah. Karena itu satu karya mungkin saja dipergunakan untuk lebih dari satu pokok bahasan. Sebuah cerita pendek misalnya, dapat saja mengungkapkan masalah penderitaan, keadilan, dan pandangan hidup sekaligus. Karya semacam itu juga dapat dipergunakan untuk satu pokok bahasan saja, berdasarkan masalah apa saja yang paling menonjol diantara masalah lain didalamnya. Ilmu budaya dasar hanya mempergunakan karya-karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk mendekati masalah-masalah kemanusiaan dan budaya.

Dec 17

Senja

Posted on Thursday, December 17, 2009 in Uncategorized

Saat senja bewarna jingga, itulah wajahmu
Saat senja berpendar merah jambu, itulah wajahku
Ketika senja ini berganti malam
Mengingatkan akan alunanmu tentang bintang
Tentang sebuah malam bersama bintang
Tentang perpisahan yang melelahkan
Aku tahu tak semuanya benar di lagu itu
Namun ada satu bait yang kuyakin kebenarannya
“Dimanakah engkau berada?
Aku tak tahu dimana…”

Dec 17

3 Different word

Posted on Thursday, December 17, 2009 in Uncategorized

“Gue suka lu!”"Gue suka lu!”"Gue suka lu!”   Ah itu lagi itu lagi yang diucapin gadis-gadis ke gue. Kenalin, gue Refan, terkenal sebagai preman sekolah. Banyak yang takut sama gue banyak juga yang kepincut sama gue. Pasti mereka cuma liat tampang gue aja dan gue nggak suka itu. Kebanyakan yang nembak gue ialah cewek-cewek clubbing yang cuma butuh gandengan keren buat diajak jalan, emang gue tas cewek! Gue nggak suka ucapan ’suka’, mungkin gue lebih ngehargain kalau mereka bilang ’sayang’. Tapi yang benar-benar gue tunggu dan gue harapkan adalah kata ‘cinta’.          “Aku cinta kamu!”   Gue terperangah, dan kenapa kata yang gue tunggu itu datang dari seorang gadis cupu yang dianggap freak di sekolah? Biasanya cewek-cewek model begini takut, bahkan mungkin benci dengan cowok tampang preman kayak gue. Mana mungkin nyambung, tampilan gue aja udah sangar. Gue bingung, kok bisa-bisanya dia ‘cinta’ sama gue, bahkan sekarang berani tatap mata gue dalam, cewek model dia biasanya ciut.”Kenapa lu ‘cinta’ sama gue!”Gue keluarkan pertanyaan jebakan. Biasanya para cewek yang nembak gue akan langsung terbuka kedoknya dengan memuji-muji luar dan dalam gue. Terbukti mereka cuma lihat kelebihan gue. Yang gue harapin bukan pujian, tapi definisi dari cinta itu sendiri.”Aku nggak tahu kenapa aku jatuh cinta sama kamu! Walaupun aku berkali-kali nyangkal rasa ini, tapi aku malah semakin sadar dan rasa ini semakin besar. Yang aku tahu, kamu memang orang yang tepat buat aku cintai!” Gue mengamati sosok gadis cupu itu. Dengan seragam dimasukkan, rok dibawah lutut dan rambut yang terus menerus dijepit asal. Kacamata juga tidak pernah lepas dari matanya, dan menurutku hal-hal itulah yang bisa mengurangi kecantikan wanita. Tapi jawabannya itu, itu benar definisi cinta yang gue cari. Kenapa malah dia yang bisa mengerti definisi cinta yang gue tunggu. Bukan pujian, bukan kelebihan, tapi kejujuran tentang perasaan yang memang diluar kuasa kita. Itu cinta, itu benar rasa cinta, bukan suka.          Terbawa penasaran, gue setujui buat jadian sama gue, walaupun sebenarnya gue nggak punya perasaan yang sama. Sama teman-teman, buat ngejaga gengsi tentu gue bilang gue cuma cari sensasi jadian sama cewek kayak begitu.          Berita jadiannya gue dengan Evia cukup heboh tersebar di sekolah. Gue cuek aja, banyak yang berpendapat gue pingin meningkatkan reputasi dengan mencari sensasi. Gue cukup kaget waktu pertama kali ngapelin Evia, cewek gue. Dia nggak secupu yang gue kira, nggak, dia sama sekali nggak cupu. Ternyata penampilan cupu itu cuma di sekolah aja, di luar dia berdandan selayaknya gadis biasa, manis malah. Kecuali kacamatanya, semua dandanannya waktu mau keluar bareng gue membuat gue pangling. Rambutnya ternyata panjang lurus, selama ini nggak kelihatan karena terus dijepit. Dan model seragam yang mengganggu pemandangan itu sudah diganti dengan baby doll pink cantik dengan jeans panjang. Evia akan lebih manis kalau aja dia mau melepaskan kacamatanya. Sayangnya ia nggak pernah mau, katanya nggak bisa melihat jelas. Sayang sekali dia nggak pakai softlens aja.          Gue merasa cukup beruntung jadian sama Evia. Walaupun tampilannya biasa dan cenderung cupu di sekolah, gue nggak harus ribet seperti teman gue yang lain. Evia bukan gadis manja yang suka minta anter jemput kesana-kesini. Dia juga pengertian sama gue, dia bukan tipe cewek yang suka melorotin cowoknya. Dia selalu berusaha membuat gue nyaman kalau bersamanya. Dan gue mulai salut sama usaha dia. Gue akui, gue udah sayang sama dia, karena gue nggak ragu lagi, dia cinta dan sayang banget sama gue.          Belakangan ini gue heran, Evia sering kelihatan kusut setiap mau gue antar pulang sekolah. Alasannya sih nabrak orang, minumannya muncrat, kuahnya muncrat, jatuh makanya ada noda tanah. Tapi gue curiga, itu cuma alasan buatan. Masa bisa sesering itu. Diam-diam gue mata-matain dia di sekolah, gue pesan ke teman terdekat dia buat lapor gue kalau ada sesuatu yang aneh. Kata temannya, kayaknya Evia digencet sama genk cewek-cewek yang patah hati sama gue. Gue langsung emosi, tapi gue ingin menangkap basah mereka.          Hari itu pun tiba. Setiap istirahat kami memang pisah. Dia sama temannya, gue sama temen gue, kami nggak mau jadi pasangan yang saling ketergantungan. Gue tahu dia cewek yang mandiri dan punya dunianya sendiri, gue hargai kebutuhannya itu seperti juga dia menghargai waktu gue bersama sahabat-sabahat cowok gue. Istirahat itu gue mergokin Risha cs mendekati dia. Ini dia yang gue tunggu, gue kuntitin mereka sampa ke taman belakang sekolah yang sepi, tapi gue tetap dalam persembunyian. Risha mulai beraksi.          “Eh elo tuh ya, udah kita bilangin masih ngeyel juga! Refan tuh nggak beneran suka sama lu, dia cuma cari sensasi! Ngaca dong!” Risha berteriak kasar sambil mendorong Evia sampai jatuh terduduk. Gue emang preman, tapi gue nggak suka tingkah pengecut kayak gitu. Itu cuma akan dilakuin sama pecundang yang nggak bisa terima kekalahan, nggak sportif. Gini-gini gue juga hargai sportifitas.          “Terus apa urusan kalian!” Hebat, gue nggak nyangka Evia berani menjawab walau tidak beranjak dari duduknya.          “Lu tuh bolot ya! Ya lu putusin dia dong! Kita ini terganggu sama kehadiranlu! Dasar nggak tahu diri!” Regina menyiram kepala Evia dengan coca-cola. Evia nggak bisa melawan karena ditahan seabrek-abrek pasukannya. Gue udah nggak tahan pingin nunjukin diri kalau aja gue nggak dengar ucapan pacar gue.          “Nggak masalah dia manfaatin gue! Bisa bermanfaat buat dia aja gue udah bersyukur! Daripada ada cewek-cewek lain yang jadian sama dia buat manfaatin dia! Lebih baik gue yang dimanfaatin!” Ucapan Evia itu semakin membakar emosi rivalnya.          “Eh elo nyindir kita? Berani lu ngatain kita!” Mereka makin beringas.          “STOP! Apa-apaan sih ini! Kalian ngapain cewek gue hah?” Aku akhirnya keluar dari persembunyian. “Beruntung gue nggak terima lu semua, norak tau nggak! Pengecut!” Kataku sadis sambil merangkul Evia. Jujur gue kaget dengan ucapannya tadi. Dia nggak keberatan gue manfaatin, jujur awalnya gue emang nggak serius mau jadian sama dia. Sekarang gue sadar, gue beruntung banget temuin cewek kayak dia dan jadi pacarnya.          “Lu sendiri apaan Fan? Muna! Lu cuma cari sensasi doang kan jadian sama dia,lu tegasin dong sama dia biar dia nggak GR!” Risha malah membentakku.          Mata Evia berkaca-kaca, aku sadar dia sudah hampir menangis. “Jaga bacotlu! Nggak ada urusannya juga samalu! Lagian kata siapa gue cuma cari sensasi hah?”          Risha memutar bola matanya, “Hallah, Endo sendiri yang bilang sama gue! Lu nggak mungkin bohong sama sohiblu itu kan!”          Sial, itu kelemahan sohib-sohib gue, mereka nggak bisa jaga rahasia. Itu kan cuma buat jaga gengsi gue, sekarang gengsi itu sudah nggak penting. “Kalo gue emang bohong, lu mau apa? Kalo gue beneran suka sama Evia lu mau apa?” Gue maju menantangnya. Lalu gue mengacungkan telunjuk di depan hidungnya dengan wajah semarah mungkin. “Jangan pernah lagi lu ikut campur urusan gue, apalagi sakitin pacar gue kayak gini! Sekali gue tau lu giniin cewek gue, gue pastiin nggak bakal ada lagi yang mau jadi pacarlu! Biar lu jadi perawan tua!” Gue menatapi tajam gadis-gadis lain yang bersekongkol dengannya. “Itu juga berlaku buat kalian! Sekarang bubar, atau gue laporin kalian ke kepala sekolah!” Ancam gue. Mereka ciut dan bubar.          Gue beralih menatap Evia yang masih shock, matanya masih berkaca-kaca.”Kamu kenapa nggak lapor hal ini sama aku? Kamu nggak anggap aku sebagai cowok kamu?” Tanya gue kesal padanya. Gue nggak suka dia berkorban memendam ini sendiri.          “Aku pikir selama aku masih bisa ngatasin sendiri, aku nggak mau ngerepotin kamu! Lagipula aku takut…kamu akan putusin aku kalau tahu tentang ini!” Evia berkata dengan suara bergetar.          Gue terharu dengan kenyataan ini. Ternyata selama ini Evia sengaja pendam sendiri karena nggak ingin gue repot, dia bahkan nggak masalah kalaupun gue benar-benar cuma memanfaatkan dia. “Ya nggak lah! Kamu boleh cerita apapun ke aku, cerita kesulitan kamu, apa aja deh, itu kalo kamu anggap aku sebagai cowok kamu!”          “Selama ini aku udah banyak ngerepotin kamu, aku nggak enak Fan! Aku juga tahu sebenarnya aku nggak pantas jadi pacar kamu, bisa jadian sama kamu aja aku udah bersyukur! Walaupun misalnya yang mereka bilang itu benar aku ikhlas, yang penting selama kamu masih butuh aku, aku akan tetap ada bersama kamu…” Evia terus berceloteh, membuat gue spontan memeluknya.          “Kamu ngomong apa sih? Kamu percaya sama omongan mereka itu?” Gue sedih mendengar perkataannya. Ternyata Evia menganggap selama ini gue nggak benar-benar cinta padanya. Oke, awalnya memang iya, ternyata ia sadar, tapi…apa harus gue jelaskan?          Gue menghela nafas. “Aku suka, cinta, sayang sama kamu Vi! Seperti apapun kamu! Awalnya aku emang cuma penasaran dengan keunikan kamu, tapi lama-lama…aku juga nggak bisa nyangkal perasaan ini Vi!” Ungkap gue jujur. Gue melepaskan pelukan dan menatap matanya dalam, “Aku serius udah jatuh cinta sama kamu! Sekarang tolong jangan berlagak kayak orang lain lagi denganku! Aku ini cowok kamu dan selalu anggap kamu sebagai cewek aku! Kalau ada kejadian kayak gini kamu harus cerita, tentu aja aku nggak akan ngerasa direpotin, aku justru bakal merasa dihargai!”          Evia akhirnya menumpahkan air mata yang selama ini betah menggenangi bola matanya. “Aku kira selama ini kamu…kamu beneran nggak suka sama aku! Kamu…” Ia seperti tidak menyangka.Gue nggak menyangka dia menyadari niat awal gue. Bahkan selama ini walau dia menganggap gue nggak serius menyukainya, dia tetap berbaik hati sama gue. Dia bahkan ikhlas kalaupun benar-benar gue manfaatin.          “Kamu kenapa nembak aku kalau yakin aku nggak cinta sama kamu?” Tanya gue suatu hari waktu kami makan berdua di kafe.          “Aku cuma pingin jadi sebuah nama yang tercatat di hidup kamu, di kenangan kamu. Walaupun misalnya menurut kamu aku nggak berharga, setidaknya aku pernah mengisi dan bermanfaat di hidup kamu!” Begitu alasannya. Evia, apa sih yang ada di pikirannya. Gue heran ada aja cewek kayak gini.          “Tapi aku senang banget ternyata kamu sekarang suka beneran sama aku!”          “Aku suka brownies, suka sama warna biru, suka sama film horor, suka usil!” Gue mencoba menyadarkannya arti ’suka’.          “Oke, sayang!” Ralatnya.          “Aku sayang sama piaraanku, si Boncil, aku sayang sama adikku, aku sayang sama adik sepupuku, aku sayang sama anak tetanggaku!” Gue kesal dia belum menjumpai kata yang tepat.          “Iya iya! Cinta!” Evia akhirnya sadar.”Nah gitu dong!” Gue tersenyum mencomot pangsit udangnya. Dia menepuk tangan usil gue.          “Ngomong-ngomong, thanks ya softlensnya!” Evia tersenyum senang, menunjukkan kotak yang gue belikan untuknya.

Dec 17

Labirin Kehidupan

Posted on Thursday, December 17, 2009 in Uncategorized

Aku memandang lajur-lajur semak labirin ini bingung, terperangkap dalam kesendirian dan sepi. Aku tahu aku harus menyelesaikan labirin ini jika ingin keluar. Perlahan aku berjalan lurus, berhati-hati menapaki tanah, berdasarkan tuntunan aku hanya perlu lurus berjalan. Di sebelah kiriku terpampang jalan yang dibingkai tetumbuhan bunga-bungaan, terlihat terang dan terdengar lantunan yang menimang khayalku dari sana. Mawar merah merekah menggodaku untuk mencoba ke dalam gang. Para kekasih asyik bercinta memintal rasa berdua, memasuki jalan itu dengan senyum merona di muka. Aku ingin melihat, seindah apa gerangan lautan cahaya di dalam, juga serenade penuh cinta yang kudengar. Lagipula di depanku jalan lurus mulai ditaburi duri dari mawar-mawar genit itu. Kucoba berbelok, hanya sekedar menengok. Satu per satu langkah kujatuhkan. Tapi semakin ku kedalam, cahaya semakin panas menyilaukan, membutakanku. Tidak, keindahan bunga tadi hanya kamuflase. Ini jalan menuju cinta buta, zina dan semacamnya. Bunga-bunga itu hanyalah bingkai penambah rasa, penutup realita. Harusnya tadi ku tetap berada di jalan lurus itu, untung belum terlambat untuk kembali.

Kulangkahkan kakiku di jalan lurus bertabur duri tadi, menahan luka perih di kaki. Tapi kutahu pasti, ini memang jalan yang seharusnya. Berjalan menyeret tubuhku, kutemukan lagi belokan, kudengar suara air dari sana. Mengalir memercik jahil, membuatku ingin merendam sejenak kakiku yang penuh luka. Agaknya air terjun indah akan menyambut dibaliknya. Kucoba langkahkan kaki berbelok, lagipula jalan lurus terkotori lumpur menggenang, bolehlah istirahat sejenak. Tapi apa yang kutemukan, hanya suara saja yang menyenangkan. Semua itu adalah racun, tipu daya dari setan. Obat-obatan yang seharusnya tak pernah kusentuh sebab bisa mencelakakan, untung aku tak sempat menyentuhnya. Lebih baik ku berbalik, ku berlari mencari jalan lurus tadi.

Kuarahkan langkah menelusuri jalan lurus yang becek berlumpur. Berkotor-kotor ria walau jijik kupendam rasa. Kutetapkan hati untuk tetap lurus melangkah. Tapi jalan apa itu di sebelah kananku, belokan yang berkilau indah? Dihiasi berlian beruntai, mutiara dan segala macam batu mulia, kilauan emas memancar ke mukaku. Ingin aku sekedar melihat-lihat, berbelok sebentar tak apalah. Lagipula jalan lurus didepanku mulai berkerikil tajam, akan susah melewatinya. Kumasuki belokan berhias intan, kutemukan segala macam perhiasan. Tapi jalan ini menuju ke pusaran hitam, menarik jiwaku tersedot di dalamnya. Bukan, ini bukan jalan yang seharusnya, ini membahayakan jiwa. Aku bisa tersedot ke dalam pusaran bergelimang harta bercampur dosa. Ini hanya fatamorgana, permainan cahaya, aslinya hanya arang pengisi neraka.

Ku berbalik lagi ke jalan lurus. tak apa kuendapkan sakit ini menginjaki kerikil-kerikil penghalang. Kutetapkan untuk terus berjalan, tapi godaan apa lagi yang menungguku di depan? Akankah aku mencari jalan keluar yang diridhai, ataukah kuseruak saja lubangi semak mencurangi diri? Jalan cepat mengusaikan perjalananku ini. Apa yang menunggu di luar sana tergantung pilihan yang kujalankan. Hidup ini hanya sebuah persimpanganan, dan kelanjutan cerita ini ada di tangan kalian.

Dec 17

Bocah Kampung Menyibak Langit

Posted on Thursday, December 17, 2009 in Uncategorized

Malam menutup hari, menerangi kegelapan dengan para bintang yang menggantung. Bocah-bocah berusia sekitar sepuluh tahunan bermain dengan riang selepas shalat di mushala kampung. Pakaian bocah-bocah itu lusuh. Bagai mendengar panggilan dari sang bintang, salah seorang dari mereka mendongak melihat langit. Ia gembira menjumpai jutaan bintang di langit kampung pedalaman Sumatera Utara itu. Salah seorang temannya melihat gelagatnya dan ikut menatap ke atas.

“Sedang apa kau Tak?” Tanya temannya itu heran.

“Aku penasaran dengan bintang-bintang itu! Bisa tidak ya kita kesana?” Bocah yang biasa dipanggil Taki itu menjawab polos.

“Ah kau ada-ada saja! Mana bisa kita terbang!” Sahabatnya yang bernama Burhan itu menggelengkan kepala.

“Tapi tak bisakah kita menelitinya? Seperti para ilmuwan itu-lah! Menemukan rumus-rumus, atau kendaraan untuk keluar langit!” Taki tersenyum berkhayal.

“Ah, mimpimu terlalu tinggi! Ingatlah Tak, kita ini anak orang tak punya! Besok bisa makan pun sudah syukur kurasa! Kasihan umak-ayah kita, jangan kau bebankan dengan mimpimu yang terlalu tinggi itu!” Burhan memperingatkan.

Taki menarik kepalanya demi menatap sahabatnya, “Tak bolehkah aku tinggi-tinggi bermimpi! Ah, terserah aku lah, aku yang memikirkan!”

Burhan lelah menasihatinya “Terserahmulah!” Ia beranjak meninggalkan teman mainnya itu.

Sore itu di kampung yang sama, angin mulai bertiup sejuk, sinar matahari tak lagi menusuk kulit. Selepas mandi bocah-bocah kampung bermain-main lagi. Mereka tak perlu uang untuk menghibur diri mereka. Mereka bisa dengan kreatif bermain memanfaatkan kemurahan alam. Saat kelelahan, Taki menelentangkan diri di tanah. Lagi-lagi ia tertarik melihat langit. Beberapa temannya yang juga kelelahan mengikuti tingkahnya.

“Lihat apa kau Tak?” Kali ini, Faiz yang telentang di sebelahnya yang bertanya.

“Aku suka melihat langit! Tak tertarikkah kau Faiz? Langit itu misterius, aku ingin menyibaknya, menemukan apa gerangan dibaliknya!” Taki mencurahkan lagi impiannya.

“Ah aneh kau Tak! Langit mana bisa disibak! Lagipula sudah cukup kurasa guru menjelaskan. Disana ada bulan, matahari dan planet-planet, ah entah apa namanya, tak hapal aku!” Faiz berfikir sederhana.

Taki yang memang besar rasa penasarannya tidak setuju. “Ah tak cukup itu buatku! Ingin aku menemukan lebih!” Taki asyik mengamati bentuk gumpalan dan semburat awan, mengilat memantulkan cahaya mentari.

“Kau temukan saja bintang jatuh kalau kau bisa! Kau umumkan nanti!” Faiz menyarankan sok tahu, “Tapi  kalau kau terkenal, ajak-ajak aku ya!” Imbuhnya.

“Ah mana pula bintang bisa jatuh!” Taki menganggap istilah itu konyol.

“Tapi sering kudengar orang menyebut istilah bintang jatuh!” Faiz membela diri. “Ah terserahmulah percaya atau tidak! Tapi kau kan tidak punya banyak uang Tak!” Faiz mengomentari.

“Lalu?” Taki mengernyitkan alis.

“Naik apa pula kau menyibak langit? Harga naik pesawat terbang saja sudah tak terjangkau oleh kita! Asal kau tahu Tak, itu setara uang makan kita lima bulan! Kau tahu itu?” Informasi Faiz sok pintar.

“Aku nanti yang akan mencari jalannya, tak akan kubiarkan umak atau ayahku yang mencari uangnya!” Taki tersenyum optimis.

“Bagaimana pula caranya, ah bermimpi sajalah kau Tak!” Faiz mulai merasa impian temannya itu konyol.

“Kau lihat saja Faiz! Suatu hari nanti wajahku akan muncul di tivi karena bisa menguak langit itu! Kau dengar itu!” Janji Taki Optimis.

Delapan belas tahun kemudian peristiwa itu terjawab. Di sebuah gedung yang megah dengan arsitektur yang ditata elegan, semua pihak sibuk menyiapkan sebuah konferensi pers istimewa. Semua yang berlalu lalang terlihat tinggi besar badannya dengan ras Kaukasoid atau Negroid. Semua orang terdengar fasih melafalkan ucapan berbahasa inggris, Tentu saja, inilah Amerika, tempat semua mimpi bisa jadi nyata, juga tempat dimana NASA akan meluncurkan pesawat baru untuk meneliti Mars. Semua orang yang bersiap segera sumringah wajahnya mengetahui serombongan anggota NASA mulai datang menuruni mobil-mobil mewah. Yang menjadi pusat perhatian disini tentu saja mereka yang akan diterbangkan dalam pesawat terbaru itu. Berbagai channel televisi mulai meliput wawancara dengan para astronot yang diberi kepercayaan dalam misi itu.

Di sebuah kampung, para warga berkumpul di rumah seorang suami-istri renta, bergembira menyaksikan wawancara itu. Kebanyakan diantaranya remaja dan anak-anak. Terlihat salah seorang reporter tertarik membawa seorang astronot dalam pembicaraannya. Astronot yang ini memiliki ras mongoloid, pemuda yang wajahnya sangat asia. Senyum kemenangan tersungging di wajahnya, tersiar langsung ke seantero antena yang menontonnya.

“Anda, Mr Taqiyuddin, kalau tidak salah cuma anda yang berasal dari Asia dalam perjalanan ini ya? Bagaimana komentar anda?” Si Reporter wanita menyodorkan miknya.

“Alhamdulillah, iya! Saya bersyukur bisa memenuhi mimpi kecil saya ini atas kerja keras saya!” Wajah asia nan rupawan itu menjawab berwibawa.

“Darimana anda berasal?” Si reporter mengkonfirmasi.

“Indonesia, sebuah tanah surga di garis khatulistiwa! Tepatnya dari Sumatera Utara!” Pemuda itu menjawab bangga.

“Dan karena ini penerbangan pertama anda, apakah keluarga anda ada si sini menyaksikan langsung?” Reporter wanita kembali menyodorkan miknya.

“Tidak, sayangnya mereka tidak bisa berpergian jauh karena orangtua saya sudah terlalu tua! Tapi saya yakin mereka menyaksikan saya dari sana!” Ia melambai ke kamera.

“Kalau begitu apa ada yang ingin anda ucapkan ke keluarga atau kerabat yang menonton anda?” Reporter itu menawarkan kesempatan.

Mata pemuda itu menahan haru, khusus kali ini ia berbicara penuh dengan bahasa indonesia. “Terimakasih umak, ayah! Aku ada di sini berkat do’a dan restu kalian! Do’akan Taqi selama di perjalanan ini! Buat semua anak-anak, khususnya anak Indonesia, jangan takut buat bermimpi sesusah apapun hidup kalian! Karena mimpi ini aku bisa berdiri di sini! Selama kita tidak menyerah meraih mimpi itu, bukan mustahil mimpi itu akan menjadi nyata!” Taqiyuddin mengepalkan tangan, menahan haru yang membuncah mengenang perjalanannya menuju mimpinya yang banyak ditentang dan diremehkan orang.

“Oh iya satu lagi!” Tambah Taqiyuddin teringat. “Faiz, Burhan, lihat ini! Benar kan apa yang kubilang dulu! Aku sudah memenuhi janjiku! Jangan lagi kalian meremehkan mimpi siapapun!” Taqi tersenyum menahan tawa geli teringat perkataan kedua sahabatnya itu. “Karena aku sudah membuktikannya, awas kalau kalian tidak menepati janji kalian untuk membelikanku sarung saat aku pulang nanti!”

Oct 13

10 Fakta Tentang Jacko!

Posted on Tuesday, October 13, 2009 in michael jackson

Misterius. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kehidupan sang ikon pop dunia, Michael Jackson. Bersinar di umur masih belia membuat dirinya tampil sebagai the most famous black man on earth. Namun, karir sang mega star ini harus terhenti untuk selamanya di usinya yang ke-50. Sepanjang hidupnya, banyak berita aneh seputar pria yang terkenal dengan gaya Moonwalker ini mulai dari kehidupan pribadi hingga rahasia dari aksi-aksi panggung yang memukau. Berikut 10 hal aneh yang terjadi dalam hidup Jacko.

1. Tempat Tidur Oksigen
Dengan tujuan untuk mendapatkan kesehatan kulit wajah dan hidup lebih lama, Michael Jackson terbiasa tidur di dalam tempat tidur yang berisikan gas oksigen. Namun, tempat tidur ini ia sumbangkan kemudian ke Californian medical centre untuk terapi bagi oara korban kebakaran.

2. Patung Mesir Mirip Jackson
Seorang user Flickr mengambil gambar dari patung seorang wanita mesir di Field Museum, Chicago. Uniknya, wajah patung tersebut menyerupai wajah Jacko pasca melakukan operasi plastic. Spekulasi yang beredar kemudian, ayah dari Prince Jackson ini mendapatkan ide operasi bentuk hidung, bibir, dan matanya dari patung Mesir tersebut.



3. Sepatu Anti Gravitasi

Masih ingat gerakan Jacko memiringkan badanya nyaris 45 derajat tanpa terjatuh dalam video “Smooth Criminal”? Ternyata, rahasia kelihaian gerkanya tersebut berasal dari sepatu khusus anti gravitasi. Michael Jackson menciptakan dan sekaligus mematenkan sepatu khususnya ini yang mampu melawan gravitasi hingga ia mampu memajukan badannya seperti itu.

4. Bubble, Sahabat Setia Jacko
Perkenalkan Bubble, si sahabat setia Jacko. Buble merupakan sekor simpanse yang diselamatkan sang ikon dari Texas cancer research di tahun 1985. Setelah itu, Bubble selalu m enemani hari-hari Jacko di rumah maupun tur keliling dunia untuk mempromosikan album ‘Bad’. Bahksan, karena rasa sayang Jacko yang sangat besar untuk sahabatnya ini, ia mempersiapkan pakaian khusus untuk Bubble. Bubble sering kali didandani bergaya Michael Jackson. Namun, pada suatu hari kondisi kesehatan Bubble menurun sehingga ia harus direhabilitasi. Meski harus pisah dengan sang teman setianya, Jacko beserta anak-anaknya secara rutin mengunjungi simpanse kecil tersebut.

5. Mengidap Penyakit Kulit Langka
Sang ikon yang sempat tergabung dalam Jackson 5 bersama saudara-saudaranya ini memang benar mengidap sebuah penyakit kulit yang sangat langka. Penyakit ini disebut dengan  Alpha-1 antitrypsin deficiency dimana hanya ditemukan satu dari 8000 orang di seluruh dunia.

6. Video Game Jacko
Sebagai seorang  bintang yang semi-eksentrik, Sega menciptakan sebuah video hame yang diberi titel “Michael Jackson’s Moonwalker”. Ada beberapa permainan yang disajikan dalam video game ini  seperti permainan digital dari lagu Jacko serta permainan menyelamatkan anak-anak terlntar oleh sang maestro versi digital. Ironisnya, peluncuran game ini bertepatan secara tak sengaja dengan tuntutan yang dialamatkan kepada Jacko dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak.

7. Rekor Peserta Dance ‘Thriller’ Terbanyak
Video ‘thriller’ memang sangat fenomenal. Selain memuncaki tangga-tangga lagu Billboard serta tangga lagu lain di seluruh dunia selama berminggu-minggu, video ini juga menginspirasi banyak orang untuk mengikuti gaya sang ikon. Di tahun 2008, lebih dari 4000 orang dari seluruh dunia menari gaya Jacko seperti dalam video ‘Thriller’ dengan menggunakan sarung tangan putih dan make up zombie dalam sebuah acara yang disebut dengan “Thrill the World”. Rekor mencatat ada 4.177 orang dari 72 kota dan 10 negara turut serta dalam acara ini.

8. Video Artis Kulit Hitam Pertama di MTV
Video ‘Billie Jean’ menjadi video perdana penyanyi berkulit hitam yang ditampilkan oleh MTV di tahun 1983.

9. Pohon Inspirasi di Neverland
Jacko mengaku bahwa ia sering sekali duduk sendiri di sebuah pohon yang ada di dalam rumahnya, Neverland, untuk mencari inspirasi dalam menulis lagu. Ia menamakannya ‘Giving Tree’ karena kemampuannya memberikan pencerahan Jacko dalam menulis. Neverland merupakan rumah yang dibelinya saat berusia 28 tahun. Di dalalmnya, terdapat berbagai macam permainan mulai dari taman labirin, area permainan, hingga kebun binatang yang dipenuh dengan fauna eksotik dari seluruh dunia. Namun, di tahun 2000-an Neverland terpaksa dijual untuk menutupi hutang-hutang sang ikon.

10. Drugs Addict
Dengan segala riwayat kesehatannya yang cukup panjang, Jacko menjadi ‘hobi’ mengkonsumsi segala macam obat-obatan. Kecandungan Jacko akan obat-obatan, terutama painkillers, ini sudah menjadi rahasia umum dalam keluarga Jackson. Berbagai obat-obatan seperti obat penenang (Valium dan Xanax) dan obat untuk mengatasi permasalahan kulitnya. Ia bahkan pernah mengeluarkan uang sebesar £41,000 untuk obat perawatan kulitnya. Kabar lain yang beredar, Jacko juga menelan sejumlah obat-obatan yang mampu mempertahankan falcetto-nya. Oleh karena itu, suara Jacko semakin hari semakin terdengar seperti suara perempuan.

Sumber:

http://muka-aneh.blogspot.com/2009/10/10-fakta-tentang-hidup-jacko-aneh-dan.html

Sep 13

Arti Kehilangan

Posted on Sunday, September 13, 2009 in Uncategorized

Jika kita telah dapat memeliki wanita yang kita sayang ..

Sayangi lah dia , lindungilah dia ..  sebab kita tidak akan tahu kapan kita akan kehilangan dia ..

Jika dia pergi meninggalkan kita kemudian pergi dengan orang lain .. mungkin .. suatu saat nanti kita bisa melihat nya lagi .. tersenyum bahagia ..

Tapi jika ia pergi meninggalkan kita tuk selama lamanya ke jalan kehidupan abadi .. kita tak akan bisa berbuat apa apa lagi .. meski hanya sekedar bisikan manis yang sering kita dengar saat ia masih hidup ..

Sep 11

michael jackson

Posted on Friday, September 11, 2009 in Uncategorized, michael jackson

baru hari ini w buat .. langsung pake judul lagu michael jackson haahaahaa.. alhamdulilah deh ..

tapi blum ada apa apa apa apa apa apa apa apa apa apa

Sep 11

Hello world!

Posted on Friday, September 11, 2009 in Uncategorized

Welcome to Ngeblogs.com ! ngeblog? ya disini tempatnya!. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!